Senin, 29 September 2014

CerHum (Cerita Humor)

Hi, guys! Ih, pinter ya, pake bahasa inggris. Ah, okelah~

Yoo, apakabar, yoo! (sok) Eh, saia itu lagi seneng banget! I'm FREE!!! (aku gratis!!!)

Yah, ayolah cekidott~~~

*****
Happy Birthday!
Oleh : Dinar dan Alya
“Eh, Tika! Ke rumah aku, dong!” kata Emily.
                “Ngapain?” jawab Tika.
                “Bikin kue,” jawab Emily.
Sampai di rumah Emily.
                “Ayo mulai bikin kuenya,” ajak Tika.
“Yah, aku enggak punya bahan-bahannya. Lagi pula aku juga enggak punya uang,” jawab Emily.
                “Oh, yaudah aku punya uang, kok! Sisa angpau, di celengan.  Tapi celengannya di kunci,” kata Tika.
                “Yaudah, aku pinjem dulu dong,” rayu Emily.
                ”Wah, ada masalahnya juga,” kata Tika.
                “Apa, Tik?” tanya Emily.
                “KUNCINYA HILANG!!!” jawab Tika.
                “Waduh, gimana dong?”
                “Enggak, tahu!”
                KRIIING!!! Tiba-tiba dalam kesengsaran, telepon berbunyi.
                “Wah, teleponnya bunyi, aku angkat ya, pasti mamaku!” kata Tika.
                “Sok tahu, kamu! Coba aku angkat!”
                “Halo? Siapa ya? Salah sambung ya?” tanya Emily. Hampir dia mau menutup teleponnya karena tak ada jawaban, tapi … tiba-tiba …
                “JANGAN DITUTUP DULU! INI IBUNYA TIKA!”
                “Eh … Tika … Ini … Ibu kamu …” kata emili mabok.
                “ya udh aq sekolah dulu ye….” Jawab Tika.
                “Iya juga ya, hari ini kan senin, kenapa ga sekolah?” Emily terdiam sebentar mendengar kata ‘sekolah.’
                Mereka bersiap-siap ke sekolah.
                 Tiba-tiba tika bertemu emili di jalan.
                “Ngapain kamu duduk di jalanan, badan kamu tuh putiih,” kata Tika.
                “Badan kamu juga putih kok,” kata Emili.
                “Emang iya ya? Iya juga! Kita kan sama-sama putih,” kata Tika.
                “Kamu pake citra badi losion kan?” tanya Emili.
                “Iya aku pake juga. Kamu yang mana? Aku yang mutiara extrax sakura,” kata Tika.
                “Kalau aku sih lebih bagus lagii, namanya …. Aduh, lupa,” jawab Emili.
                “Beneran ? wah aku mau dong, beliin, pake uang kamu,”
                “eits kan aku belom bilang namanya,”
                “Kata kamu namanya ‘Aduh lupa.’ Pasti belom di jual dimana-mana kan? Baru kamu doang yang beli kan?”
                Tiba-tiba mereka bertemu seseorang yang pernah mereka temui di TV. Tiba-tiba Tika berteriak.
                “KYAAAAA!!! “
                “Ada apaan? Ada kecoa ya?” kata Emili. “KYAAAAAAAAAAAAA!!!1!!”
                “Coo.. cooo cooooo coooo!!!” kata Tika.
                “Coco apa?” tanya Emily. “Eh, coboy junior,” gumam Emili.
                “Emang coboy junior tahu!” kata Tika.
                Coboy junior memandang mereka.
                “Aahh! Seperti Kaguya,” kata Iqbaal.
                “Kayak tahu sajaPutri Kaguya,” Ceplos Kiki.
                “Tahu dong, Putri Kaguya kan yang di iklan citra Aduh, lupa,” jawab Iqbaal.
                “Eh, tapi kulit lembut ini jadi berbulu.” Kata Kiki.
                “lama lama kita jadi gorilla getoh??!!!” protes Tika.
                “Tenang aja! Kan ada veet!!!!” kata Aldi dan Bastian barengan.
                “Iih, kak Aldi and kak Bastian banci nih!” kata Tika.
                “Ih, siapa bilang! Liat aja di iklan veet, gak di bilang khusus wanita kok,” kata Aldi. Bastian ngangguk.
                Tiba-tiba Emili berlari pergi menuju rumahnya. Coboy junior dan Tika terbengong-bengong. Beberapa jam kemudian, Emili kembali membawa televisi.
                “Ngapain kamu?” tanya Tika.
                “Mau lihat iklan veet,” kata Emili.
                “Kuat, kamu?” tanya Coboy junior.
                “Kuat lah, kan makan biskuat, minum milkuat, dan ada tambahan vitaminnya,” Emili menjelaskan.
                “Tambahan fitaminnya apa?” tanya coboy junior dan Tika.
                “Ya, fitkom fruit and veggie lah,” jawab Emili.
                “Terus kamu minum apa lagi?” tanya Aldi.
                “Tiap hari selalu beli….. “
                “Beli apa beli apa??”
                “beli ………..”
                “Issshhh, kau ini, cepatlah bagi tahu kita orang,” kata Upin.
                “Betul, betul, betul,” kata ipin
                “loh!!!!??kok ada kalian sich???”tanya tika bingung
                Tiba tiba ipin upin menghilang.
                “Beli,,,, KUKU BIMA ENER-G…. Hebat kan?” kata Emily.
                “Kamu ngomong apaan sih, tiba tiba bilang begitu, kamu mau beliin kita Kuku Bima Ener-G? Hah?” tanya Tika.
                “Lho, lah lho lah lho? Kan kalian yang minta,” jawab Emily.
                “Kapan?”
                “Sudahlah, lupakan saja,” kata Emily.
                “Eh, kalian tahu penginapan di desa ini?” tanya Cjr.
                “WHAT YOU TALKING ABOUT VILLAGE? THIS IS NOT VILLAGE! THIS IS A COUNTRY, YOU KNOW?” kata Tika sok orang eropa.
                “yes, yes, yes, you are right,” jawab Cjr. Tika taubat, enggak ngomong inggris lagi, dan menelpon mama sambil mewek untuk berhenti les dengan MRS. CAROLINE.
                “Mamaaaa, Tika berenti aja,” rengek Tika kayak anak BABY.
                “Berenti apa?” tanya mama.      
                “les bah….asa inggris….”rengek tika
                “ih gk jelas amat sih!udh lah mama lagi arisan da..h mu….ah”
                “gya……..,ya udh kita main yuk teman2”teriak tika
                “ih,gak jelas ya udh yuk!”kata emili
Mereka pun jalan kaki lama…… sekali sampai tak tahu jalan
                “Eh, ini dimana kak?” tanya tika.  Dia melihat patung liberty di depan matanya.
                “Kita di New York? Mustahil!” kata Emili.
                “Tapi, kalau kita di New York, kenapa di kanan kita ada patung merlion, dan di sebelah kiri kita ada menara Eiffel,” kata cjr.
                “Heiii! Kalian!” kata security. (Karena di bajunya ada tulisan security)
                “Ada apa pak, kenapa bapak ngomong bahasa Indonesia? Ini kan di New York, Prancis, dan Singapore. Aneh!” celetuk Tika.
                Security itu memandang Iqbaal keheranan, lalu mengeluarkan notes dan pulpen.
                “Ini coboy junior beneran kan? Aduhhh, ini Iqbaal kannn? Terus, ini Kiki, Aldi cakep, dan Bastian gondrong, aduh, ada artis, euy!” kata Security. “Kalau begitu kalian boleh masuk dengan gratis, kecuali, dua perempuan kecil ini, kalian harus/wajib hukumnya bayar di museum ini.”
                “Hah?! Museum???” kata Cjr dan dua gadis kecil.
                “Bukannya di luar negeri, ya?” kata emili              
                “udah,jangan ngomong lg kalian berdua keluar!”kata security
                “kok bgt sih pak!jangan dorong dorong kami pak! Kami bisa jalan sendiri kok!”teriak tika dan emili.
                “pak,pak,pak lepasin mereka pak!biar kami saja yg bayar.nanti bapak juga boleh foto bareng saya dan teman2 saya deh pak!”pinta kiki
                “iya lagi pula mereka masih imut imut n’ unyu unyu!”kata bastian melanjutkan
                “ok,deh kiki kasep n’ bastian cakep,ber loh bayar n’ foto2 ngutang l…oh
 *****
Nah, itu diahhh! PUAS? KAGAK? OKELAH, SAYA PERGI DULUU!! 

nb: maaf kalau kurang berkenan dengan cerhum inih..
     Hai, ini bukan karanganku sendiri, lhoh! bareng tetanggaku, yang sekarang tinggal di pesantren! (HUKS, TEH DINAR, I MISS YOU!)

Jumat, 19 September 2014

Say Welcome!

welcome all!

Hei, kalian~ Apa kabar? Baik? Sangat? Perasaan sekarang? Duh, sang Author jadi bingung. Biasanya author dipanggilnya apa sih? Aut? Thor? Ih, gaenak deh, kalau begitu. Sudahlah, Alya aja, ya, panggilnya. Oke,

Di blog ini, khusus blog penuh cerita. Ada cerbung, cerpen, mungkin aku tambahin puisi atau syair. Tergantung akunya, ya. Oke, kenalan dulu dong, sama Aut-nya.

Name: Alifia Ayu Rizki Alya
Nickname: Alya/Fia
Born: 15th April 2004
hobby: writing, reading, blogging, swimming, and more.
Facebook: Alifia Alya
Twitter: @alifiaalya3
ask.fm: alifiaaal
instagram: alifiaaal/alifiaalya_15


Thanks, all. Selamat menikmati blog ini!